Anthony Martial Kecam Mourinho dan Solskjaer

0
53
Anthony Martial - Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer (Photo Twitter)

Arenaku.com – Anthony Martial mengecam dua mantan pelatihnya, Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer atas cara mereka memperlakukannya selama berada di Manchester United.

Setelah musim debut yang mengesankan di United di bawah Louis van Gaal, Martial tidak mampu bermain maksimal selama Setan Merah dibawah kendali Jose Mourinho dan pelatih asal Portugal itu tidak ragu-ragu mengkritik penyerang Prancis itu.

Pada tahun 2018, Mourinho mengatakan bahwa Martial kurang ‘dewasa’ dan memasukkannya dalam deretan para pemainnya yang disebutnya sebagai ‘anak-anak manja’.

Setelah waktu berlalu kini seperti diberitakan Metro.co.uk, Martial menyebut Mourinho tidak menghormatinya dan penyerang asal Prancis itu kecewa karena harus kehilangan jersey No.9 nya pindah ke Zlatan Ibrahimovic pada tahun 2016.

Dalam sebuah wawancara dengan France Football, Martial mengatakan: “Ini dimulai dengan kisah nomor baju. Selama liburan, dia (Mourinho) mengirimi saya pesan untuk menanyakan apakah saya ingin mengganti jersey ke No.11, menjelaskan kepada saya bahwa itu bagus karena dikenakan oleh Ryan Giggs, seorang legenda klub,” kata Martial.

“Saya mengatakan kepadanya bahwa saya sangat menghormati Giggs tetapi saya lebih memilih untuk mempertahankan No.9. Ketika saya kembali ke klub, saya melihat nama saya dengan No.11, ceritanya tidak berakhir dengan baik. Dia (Mourinho) kurang menghormati saya secara langsung,” ucapya.

“Dia berbicara tentang saya di media, frasa kecil, sedikit seperti yang dia lakukan dengan Karim Benzema di Real Madrid. Dia menyukai permainan kecil ini, tetapi dia juga tahu dengan siapa dia melakukannya. Dia tahu bahwa saya saat itu berusia 20 tahun, bahwa jika saya mengatakan sesuatu, sayalah yang akan dianggap sebagai pemuda yang tidak memiliki rasa hormat,” tambahnya.

“Jadi saya tidak mengatakan apa-apa, itu tidak berguna. Musim berikutnya, saya adalah yang terbaik di tim di bagian pertama musim, dia mendatangkan Alexis Sanchez dan sejak saat itu saya nyaris tidak bermain. Saat itu adalah musim Piala Dunia dan itu sangat merugikan saya, terutama karena tim Prancis memenangkan (turnamen). Saya seharusnya bergabung disana,” ujarnya.

Sedangkan untuk Solskjaer, Martial menyebutnya penghianat.

“Orang-orang tidak tahu, saya tidak bisa berakselerasi selama empat bulan setelah musim Covid. Pelatih (Solskjaer) memberi tahu saya bahwa dia membutuhkan saya, jadi saya bermain. Tapi, mengingat permainan saya, jika saya tidak bisa berakselerasi, semuanya menjadi sangat rumit. Dan saya terbakar (karena dikritik oleh penggemar)… Jelas, saya akhirnya cedera dan ketika saya kembali, selesai, saya tidak bermain lagi,” jelasnya.

“Saya merasa tidak adil, Anda diminta untuk mengorbankan diri Anda untuk tim dan di belakang layar Anda dipecat. Bagi saya, itu hampir pengkhianatan. Itu saja yang saya benci”. [arn]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here