Mancini Bicara Azzurri, Vialli dan Mimpinya Kembali ke Sampdoria

0
61
Vialli dan Mancini (Photo: Twitter)

Arenaku.com – Roberto Mancini mengaku sangat bahagia ketika menjadi pelatin tim nasional Italia, namun tidak menyesali keputusannya meninggalan Azzurri yang dilatihnya dari Mei 2018 hingga Agustus 2023.

Setelah meninggalkan Italia, Mancini menerima peran yang sama sebagai pelatih kepala timnas Arab Saudi.

“Sangat menyedihkan ketika hal-hal seperti ini terjadi, terkadang seorang pelatih dipecat, terkadang dia mengundurkan diri,” kata Mancini seperti diberitakan Football Italia.

“Saya sangat bahagia sebagai pelatih Italia, saya akan dengan senang hati bertahan 10 tahun lagi. Namun saya juga bahagia di Arab Saudi, meskipun ini adalah pekerjaan yang sangat berat. Saya hanya berhasil mempelajari beberapa kata dalam bahasa Arab,” ujarnya.

Bulan ini menandai satu tahun meninggalnya sahabat Mancini, Gianluca Vialli akibat kanker pankreas, Vialli merupakan rekan setimnya saat keduanya membela Sampdoria dan kemudian menjadi anggota staf kepelatihannya saat Italia menjuarai turnamen EURO 2020.

“Kami menjalani tahun-tahun yang indah bersama, kami masih muda dan bersenang-senang. Saya selalu merasa bahwa dia selalu berada di sisi saya. Persahabatan persaudaraan melampaui segalanya”.

“Vialli juga sangat penting saat memenangkan EURO 2020. Luca memiliki karisma yang luar biasa. Suatu hari ketika kami masih menjadi pemain, dia datang berlari ke lapangan seolah-olah dia sedang menunggang kuda, itu sangat lucu. Kami memenangkan pertandingan tersebut dan dia terus melakukannya dalam beberapa pertandingan setelahnya, untuk membawa keberuntungan,” lanjutnya.

Mancini dan Vialli adalah dua pemain utama yang membawa Sampdoria meraih Scudetto pada 1991.

“Sejak hari pertama saya pergi, selalu menjadi mimpi saya untuk kembali ke Sampdoria. Saya berada disana selama 15 tahun, waktu yang sangat lama. Saya akan menyukainya (kembali ke Sampdoria)”.

“Rahasia dari tim yang memenangkan Scudetto adalah kami semua berteman, dan kami tetap berteman, meskipun kami tidak sering bertemu”. [aRn]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here