OtoSport

ARENAKU.COM – PT Gajah Tunggal Tbk selaku produsen ban terbesar dan terintegrasi se-Asia Tenggara dengan merek GT Radial menghadirkan gebrakan dengan menghadirkan ban-ban khusus yang diipakai di ajang kejuaraan nasional balap mobil, offroad, drifting, dan slalom di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2012 (Jakarta Fair) yang mulai digelar sejak 14 Juni lalu dan akan berakhir pada15 Juli, di Selasar GPN lobby utama, Kemayoran, Jakarta.

Nuansa merah putih yang kental di stand GT Radial tak hanya menunjukkan brand identity dari GT Radial, tapi juga untuk memperlihatkan nasionalisme sebagai rasa bangga GT Radial yang merupakan produk asli Indonesia.

“60 tahun sudah PT Gajah Tunggal memproduksi ban GT Radial, dan telah mengekspor ke seluruh belahan dunia,” tutur Arijanto Notorahardjo selaku General Manager Marketing PT Gajah Tunggal Tbk kepada wartawan di selasar GT Radial, Rabu (20/6).

Di stand GT Radial, pengunjung juga bisa melihat kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh GT Radial di berbagai negara, misalnya di Malaysia baru-baru saja diadakan kegiatan balap Ride and Drive 2012 dengan ban GT Radial, menggunakan berbagai merek mobil.

Kegiatan offroad dengan menggunakan ban GT Radial Savero di New Zealand, serta kegiatan negara-negara lainnya yang menjadi tujuan ekspor GT Radial seperti Eropa dan Timur Tengah.

“Sampai saat ini ban GT Radial telah diekspor ke lebih dari 90 negara, termasuk Eropa yang memiliki standar kualitas tinggi untuk produk-produk yang dipasarkan. GT Radial mampu memenuhi standar tersebut dan  GT Radial pun selalu ada di ajang balap nasional,” jelas Arijanto.

Salah satu momen kebanggaan untuk GT Radial adalah pembuktian ketangguhan ban produksi anak bangsa ini ketika menempuh perjalanan dari Indonesia menuju Italia dalam event bertajuk, “Fastron Europe-Asia Expedition” yang dilakukan oleh satu tim yang terdiri dari 12 orang Indonesia yang mengendarai mobil dengan ban GT Radial.

“Perjalanan ini dilakukan dengan dukungan beberapa produsen asli Indonesia, termasuk GT Radial, dengan menempuh jarak 27.000 km, melewati berbagai permukaan jalanan, dan cuaca yang kerap berubah. Ban-ban ini juga yang membuat para pembalap kami bisa berjaya di arena drifting internasional,”kata Arijanto. [pr/lur]

  • Share/Bookmark

Tidak Ada Berita Terkait :

Leave a Reply