Headline

ARENAKU.COM – Ya anggaplah wasit memang ada ‘sesuatu’ dengan Bahrain karena negara tersebut memang punya kepentingan namun apakah bijak jika pengurs PSSI menyalahkan wasit atas 10 gol yang bersarang di gawang Garuda pada laga terakhir kualiafikasi Piala Dunia 2014 zona Asia.

Wasit Andre El Haddad memang menuai kontroversi bukan hanya datang dari Indonesia melainkan juga datang dari Qatar bahkan FIFA dengan tegas hari ini Kamis, (1/3) menyatakan akan melakukan penyidikan laga tersebut.

Namun apakah pantas para pengurus PSSI langsung menyalahkan 10 gol itu karena wasit? tanpa melihat panjang kebelakang.

Anak-anak muda Indonesia yang berlaga Bahrain National Stadium kemarin malam memang masih sangat hijau soal pengelaman Internasional, mereka juga tidak bisa disalahkan.

Apabila timnas senior yang ‘asli’ yang dikirim ke Bahrain lalu kita bisa menang atah setidaknya menahan imbang? belum tentu, toh dilaga-laga sebelumnya kita selalu kalah telak, bukan ini yang menjadi masalah.

Lalu siapa yang musti disalahkan?, EGO! ego para pelaku sepakbola nasional yang tak memiliki sikap sebagai negarawan sepakbola lah menjadi biang semua kekisruhan ini.

Prestasi sepakbola Indonesia sepenuhnya diserahkan kepada kepentingan kelompok yang sama-sama berlindung atas nama statuta PSSI dan FIFA, para elit akhirnya hanya bisa memunculkan “pertandingan’ diluar lapangan tanpa memperdulikan sepakbola itu sendiri.

Laga para elit ini tanpa didasari oleh semangat Fair Play yang sangat identik dengan sepakbola, elit berpolitik menggunakan sepakbola nasional sebagai panggung demi kejayaan tokohnya masing-masing, mereka sadar hanya sebagai boneka sang tokoh, tapi sok tidak sadar dengan berteriak soal ‘kebenarannya’.

Sudahlah, kenapa tidak menggunakan momentum kekalahan ini sebagai waktu yang tepat untuk sadar diri, duduk bersama melepas lebel PSSI atau KPSI dan kembali menatanya dari nol tanpa harus menunggu sanksi FIFA.

Kami butuh kinerja dengan akal sehat bukan kinerja akal-akalan, percayalah akal-akal takkan mendatangkan prestasi nyata, cuma hanya mendapatkan prestasi akal-akalan juga, jangan tambah rasa malu kami sebagai fans berat Garuda.[*]

-

-

Andi Dewayani

  • Share/Bookmark

Tidak Ada Berita Terkait :

Leave a Reply