ARENAKU.COM – Komite Etik PSSI akhirnya memanggil Ketua Umum PSSI Djohar Arifin termasuk Sekretaris Jenderal PSSI, Tri Goestoro, namun hanya Djohar Arifin yang datang memenuhi panggilan, sementara Tri Goestoro dikabarkan berada di Lombok, mengikuti pemilihan Ketua Umum KONI Pusat.
Pemanggilan Djohar Airifin dan Tri Goestoro ini terkait dengan dualisme kompetisi di tanah air, yakin Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL).
“Hari ini kami akan periksa mereka. Setelah itu kami akan melakukan musyawarah etik untuk membuat suatu keputusan. Insya Allah akan kami umumkan pada pekan depan,” kata Ketua Komite Etik PSSI, Todung Mulya Lubis, kepada wartawan di Kantor PSSI Senayan Jakarta, Jumat sore.
PSSI, hingga ini hanya mengakui IPL dan menganggap ISL ilegal, namun keputusan PSSI ini ditentang sejumlah klub ISL yang kompetisi mereka dikelola oleh PT Liga Indonesia.
Tidak hanya itu saja, empat anggota Komite Eksekutif PSSI, Roberto Rouw, La Nyalla Mahmud Mattalitti, Erwin Dwi Budiman dan Toni Apriliani juga dipanggil menyusul surat keempatnya ke FIFA dan AFC, mengenai pelanggaran Statuta yang dilakukan Djohar Cs.
Todung mengatakan, terbelahnya kompetisi ini karena adanya kekacauan dalam kepengurusan PSSI. Dualisme kompetisi juga dinilai membuat publik bingung. “Ada dualisme penyelenggaraan kompetisi dan ini tentu sangat mengganggu,” kata Todung.
Rabu lalu, Komite Etik sudah memanggil Roberto Rouw, sementara La Nyalla tidak hadir. Kamis kemarin, rencananya giliran Erwin dan Toni yang dipanggil tapi keduanya juga tidak datang, dan akhirnya Komite Etik akan memanggil ketiganya, Selasa pekan depan.[lur]
Tidak Ada Berita Terkait :

kalo perlu si johar ga usah di libatkan lagi dg sepak bola soalnya sejak johar muncul sepak bola tanah air jadi kacau, yang awlnya sudah berjalan dg baik eeeeeh malah jadi kacau pake bikin kompetisi gadungan ala aripin p segala pecat aja udah ga usah pake nunggu minggu depan ngumuminya biar tau rasa dia gimana susahnya bangun sebuah kinerja yang profesional